Microsoft Mulai Serius `Melirik` Pasar Indonesia
Perusahaan terbesar didunia milik orang kaya sedunia Bill Gates nampaknya mulai melihat peluang besar terhadap pasar Indonesia. Hal ini terbukti dengan adanya keseriusan Microsoft dalam memilih pasar Indonesia menjadi target sang perusahaan besar tersebut untuk melebarkan sayapnya. Ya, sejak akuisisi yang dilakukan Microsoft terhadap Nokia beberapa waktu lalu, Microsoft langsung melakukan gebrakan dengan memperluas pasarnya khususnya di Indonesia.
Meski berstatus negara berkembang, tak lantas pasar TI Indonesia dipandang sebelah mata oleh Microsoft. Sebaliknya, dengan populasi yang besar dan adopsi teknologi yang cepat membuat pasar teknologi Tanah Air begitu 'seksi'. Itulah yang dikatakan oleh Direktur Marketing dan Operasional Microsoft Indonesia Bernard Saisse, dalam acara bincang-bincang santai dengan beberapa media di Pacific Place, Jakarta, seperti yang dikutip dari Detik.
"Tentu saja Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi kami. Kami telah berada di sini lebih dari 20 tahun," ujarnya. Menurutnya Microsoft punya cara lain untuk mendorong pasar Indonesia. Salah satunya mendorong developer untuk berkembang. Melalui Imagine Cup, Microsoft berharap dapat melahirkan para developer muda berbakat di bidang teknologi seperti Solite Studio salah satunya.
Selain itu Bernard beranggapan, Microsoft pastinya akan terus mengeluarkan investasinya untuk terus eksis di Indonesia. Terlebih melihat potensi bisnis teknologi di negara ini yang masih banyak bisa digali. Disamping itu juga, Microsoft Indonesia juga melakukan perombakan di jajaran direksinya, yaitu dengan merekrut dua figur senior dari industri TI -- Singgih Wandojo, mantan CEO SAP Indonesia dan Pieter Lydian Sutiono, mantan CEO Dell Indonesia.
Foto By Liputan6
Dikutip dari liputan6, Singgih dipercaya untuk memimpin divisi Enterprise and Partner Group (EPG), sedangkan Pieter memimpin divisi Small Medium Solutions & Partners. Perombakan ini dilakukan sebagai bagian dari transformasi untuk menjawab kebutuhan dan tren teknologi, mulai dari cloud, big data, mobilitas, serta enterprise social.
Tak lupa, Bernard mengutarakan bahwa Microsoft tak lagi fokus sebagai perusahaan software. Pasca mengakusisi Nokia, Microsoft akan merubah jalurnya dan mulai fokus memproduksi berbagai gadget. Namun, transformasi ini tak lantas membuat Microsoft meninggalkan bisnis software. Melainkan memperluas bisnis perusahaan yang didirikan Bill Gates itu untuk lebih mengikuti perkembangan tren dan kemajuan teknologi.
Bernard menegaskan bahwa akuisisi tersebut membuka kesempatan bagi Microsoft untuk bermain di semua segmen computing, tak hanya di pasar PC namun juga tablet dan ponsel.
Comments
Post a Comment